Posted on: May 10, 2021 Posted by: admin Comments: 0

Direktur Teknik Bhayangkara Solo FC, Simon McMenemy, baru baru ini mengalami kejadian yang cukup unik. Simon McMenemy sempat terjaring razia pemudik yang dilaksanakan pihak pihak terkiat di Kota Solo. Ikut terjaringnya Simon McMenemy dalam razia pemudik itu pun diunggah ke media sosial Instagram.

Dikutip dari , akun Instagram @febby_aer membagikan kejadian unik tersebut dalam unggahan Instastory. Untuk diketahui, akun Instagram @febby_aer dimiliki oleh Kasat Binmas Polresta Solo, Kompol Febriyani Aer. Saat bertugas di simpang Faroka, Sabtu (8/5/2021) siang, Febi, panggilan akrab dari Febriyani Aer, menghentikan sebuah mobil.

Mobil tersebut ternyata dikendarai seorang pria berperawakan warga negara asing. Awalnya Febi tidak mengetahui jika pria tersebut ialah Simon McMenemy. Febi yang tak mengenal mantan Pelatih Timnas Indonesia itu pun mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Ia bermaksud menanyakan perihal keperluannya masuk di Kota Solo. Namun tak disangka, ia dibuat tertegun usai mendengar pria tersebut berbicara Bahasa Indonesia dengan cukup fasih. Susah payah diriku merangkai kata kalimat pakai grammer english, eehh si bule bisa bahasa indo donk ," tulis Febi dalam unggahannya tersebut.

Simon McMenemy yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Bhayangkara Solo FC itu menjelaskan jika dirinya sudah lama menetap di Solo. Pelatih asal Skotlandia itu menegaskan bahwa dirinya bukan pemudik dari luar kota maupun luar negeri. Saya Simon Bu Febby, pelatih Bhayangkara Solo FC ."

Saya tinggal di Colomadu dan saya bukan pemudik Bu Febby ." Saya tinggal di Colomadu dan saya bukan pemudik Bu Febby ," sambung Febi saat menirukan ucapan dari Simon McMenemy. Untuk diketahui, Kota Solo memang menerepakan kebijakan screening ketat bagi para pemudik.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka pun ikut aktif memantau razia yang digelar beberapa pihak untuk mennghalau pemudik masuk ke Kota Bengawan. Di Kota Solo sendiri, setidaknya terdapat lima titik yang biasanya menjadi tempat screening atau razia pemudik. Kelima pos tersebut berada di perbatasan Jurug, Pos Faroka, Tugu Makuto, Pos Banyuanyar, dan Palang Joglo.

Leave a Comment